Friday, September 12, 2014

Separuh Aku VS Sepenuh Aku


“Sebagaimana Allah tidak menyukai amal yang tidak sepenuhnya bagi-Nya, Allah juga tidak menyukai hati yang tidak sepenuhnya bagi-Nya. Amal yang tak sepenuhnya bagi Allah, maka Dia tidak akan menerima, dan hati yang tidak sepenuhnya bagi-Nya tidak akan Dia pedulikan.”

Sahabatku, semua jalan makrifat wajib didasarkan di atas bangunan tauhid; baik dalam perwujudan, sifat maupun zat. Mereka yang tidak memilih jalan ini akan selamanya terombang-ambing, bingung dan diselimuti kegalauan. Pikiran manusia pasti buntu, tak akan mampu menguak tabir sepenuhnya. Tak cukup hanya dengan membaca bertumpuk-tumpuk buku. Tak cukup hanya dengan diskusi, dari wacana ke wacana ilmu. Kita membutuhkan amalan nyata, tak hanya deret panjang teori.

Nasihat Rasulullah SAW Tentang Kematian


Rasulullah SAW bersabda, “Sering-seringlah mengingat sesuatu yang merusak kelezatan-kelezatan.” (HR At-Tirmidzi)
Maksudnya, rusaklah kenikmatan-kenikmatan dengan cara mengingat kematian, sehingga terhentilah kecenderungan kalian padanya, lalu kalian fokus menghadap Allah Ta’ala.

Friday, September 5, 2014

Jangan Sombong Dengan Amal Kebaikan

Jika Allah membukakan pintu shalat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur pulas. Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunnah.

Imam Sholat VS Tukang Sapu Masjid


"Imam Sholat yang gengsi nyapu masjid itu tidak lebih mulia daripada tukang sapu masjid yang tidak pernah jadi imam sholat.

Ilmu yang tinggi tidak menjamin ketawadhu'an bisa dilaksanakan dengan mudah, sebab keseimbangan antara ILMU dan AMAL itu yang dijadikan patokan masyarakat untuk bisa menilai seorang yang 'alim itu tawadhu' atau tidak.

Wednesday, August 27, 2014

Kisah Inspiratif Kisah Nabi : Ajaran Maaf & Sabar Dari Rasulullah SAW

Sahabat Anas r.a. menuturkan, “Aku pernah berjalan bersama Rasulullah SAW. Ketika itu beliau membawa selimut Najran, yang pada pinggirnya tebal. Dan, saat bertemu dengan seorang Badui, tiba-tiba ia menarik selendang beliau itu dengan tarikan yang sangat keras. Aku melihat leher Nabi SAW dan kulihat pada lehernya tampak bekas ujung selimut itu, karena kerasnya tarikan orang Badui itu. Lalu, orang itu berkata, “Wahai Muhammad, berikanlah kepadaku harta Allah yang ada padamu ini!”. Beliau menoleh kepada orang Badui ini dan tertawa. Kemudian, beliau memenuhi permintaan orang Badui tersebut,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).